jump to navigation

Pelatihan Penanganan Konflik dalam Konteks Desentralisasi July 31, 2007

Posted by cspsugm in Activities.
trackback

LATAR BELAKANG

Desentralisasi merupakan sebuah terobosan besar dalam pengelolaan politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia. Dengan desentralisasi daerah memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan potensi diri masing-masing. Pada saat yang sama, desentralisasi juga menuntut kesiapan daerah untuk lebih mandiri, termasuk mengelola konflik-konflik yang berkembang baik setelah proses desentralisasi ataupun konflik-konflik yang selama ini dikelola dengan mengandalkan pemerintah pusat.

Banyak daerah saat ini menyimpan potensi konflik yang sangat besar. Hubungan sosial antar anggota masyarakat yang tidak harmonis, kesenjangan sosial, serta kebijakan pemerintah yang tidak sensitif terhadap konflik merupakan faktor-faktor yang sangat potensial bagi munculnya konflik di daerah.

Berangkat dari latar belakang di atas, PSKP menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Konflik dalam Konteks Desentralisasi. Pelatihan ini diadakan dua kali setahun, pada minggu ke-3 Maret dan September. Pelatihan berlangsung selama 6 hari. Peserta dibatasi sebanyak 20 orang.

Pelatihan ini ditujukan bagi:
1. Pembuat kebijakan (eksekutif dan legislatif)
2. Aparat pemerintah yang terlibat dalam penanganan konflik.

TUJUAN
1. Memberikan pemahaman pada peserta tentang potensi yang memungkinkan timbulnya konflik dalam desentralisasi.
2. Memberikan alat analisis dalam membuat kebijakan daerah yang membuat sensitif konflik.
3. memberikan pijakan praktis bagi pembuatan kebijakan yang sensitif konflik.
4. Mengkaji penanganan konflik yang dilakukan oleh berbagai daerah, melalui studi kasus ataupun kunjungan lapangan.

MATERI
1. Analisa Konflik –> memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola konflik
2. Desentralisasi dan Potensi Konflik –> Dalam materi ini dibahas mengenai implikasi desentralisasi terhadap peluang munculnya konflik di daerah. Peserta akan diajak memetakan potensi konflik di daerah masing-masing.
3. Sistem Deteksi Dini –> Memberikan pengetahuan dan kemampuan untuk memahami lebih awal munculnya perkembangan yang mengarah pada munculnya konflik. Dengan kemampuan ini peserta diharapkan mampu mengantisipasi munculnya konflik dengan kebijakan yang tepat.
4. Kebijakan Sensitif Konflik –> Materi ini akan membantu peserta mengidentifikasi aspek-aspek sensitif di daerah masing-masing untuk menghindari munculnya konflik akibat kebijakan yang dibuat.
5. Studi Lapangan –> Kunjungan lapangan dimaksudkan untuk memadukan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di dalam kelas dengan praktek riil di lapangan, baik sebagai kasus yang berhasil ataupun yang gagal dalam menangani konflik.

BIAYA
1. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,- dibayarkan paling lambat awal Maret atau awal September bersama formulir pendaftaran.
2. Biaya pelatihan sebesar Rp. 4.000.000,- dibayarkan paling lambat satu minggu sebelum pelatihan. Biaya pelatihan ini tidak termasuk akomodasi selama pelatihan. PSKP dapat membantu mencarikan penginapan.

Seluruh biaya ditransfer ke rekening nomer 0029-01-057730-50-7, Bank Rakyat Indonesia Cabang Cik Ditiro Yogyakarta, atas nama Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian.

FASILITAS
1. Modul
2. Perpustakaan
3. Makan siang dan snack
4. Sertifikat

INFORMASI LEBIH LANJUT
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr(i) Aang, Tutik, atau Dody:
PSKP UGM
Sekip K-9 Yogyakarta
Telp./Fax. (0274) 520733
E-mail: csps@ugm.ac.id; csps-ugm@jmn.net.id

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: