jump to navigation

Prof. Kunto Wibisono

KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO

Ketika masih duduk di HIS (SD) di Purworejo, Jawa Tengah, Koento berangan-angan suatu kali pergi ke Negeri Belanda. Berawal dari cerita guru geografinya tentang Negeri Kincir Angin itu, ‘’Saya ingat betapa kagumnya saya akan cerita tentang air laut yang dibendung, bunga tulip yang indah, atau selokan yang tidak ada sampahnya,’’ katanya.

Angan-angan itu dipendamnya, tentu. ‘’Saya lahir dari keluarga sederhana. Jadi, keinginan ke Negeri Belanda saya anggap ilusi saja,’’ ujar anak kedelapan dari 10 bersaudara petugas pembukuan ringan jawatan pekerjaan umum di zaman Belanda itu. Tetapi, berkat dorongan ayahnya, sampai juga Koento ke Fakultas Hukum, Ekonomi dan Sosial Politik UGM, Yogyakarta. Ia memilih Jurusan Sosial Politik.

Waktu itu, yang menjadi guru besar filsafat adalah Almarhum Prof. Dr. Notonagoro, ahli filsafat Pancasila. Orang yang dinilainya amat pintar, sederhana, dan tidak pernah marah itu sangat dikaguminya — malah keduanya belakangan bersahabat. Dari sinilah awal niat Koento di bidang filsafat. Dengan disertasinya Arti Perkembangan menurut Filsafat Positivisme Auguste Comte, ia meraih gelar doktor filsafat dari UGM, 1982.Untuk penyusunan disertasi itu, tiga tahun diperlukannya berada di Rijksuniversiteit, Leiden, Negeri Belanda, di bawah bimbingan Prof. Dr. Mr. C.A. van Peursen, yang kemudian menjadi promotornya. Topik itu diajukannya, di samping karena masih besar pengaruh positivisme bagi perkembangan ilmu, juga karena sangat relevan dengan masalah pembangunan.

Ia menganggap pendekatan secara falsafah terhadap Pancasila perlu ditingkatkan melalui pendidikan formal, khususnya di perguruan tinggi. ‘’Untuk menanamkan kesadaran tentang perlunya penemuan paradigma baru sebagai etos kerja dalam melakukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian,’’ ujar dekan Fakultas Filsafat UGM itu. Kolumnis harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, ini, juga menulis buku. Antara lain, Aktualitas Filsafat Ilmu, terbitan Fakultas Pasca-Sarjana UGM, 1984, dan Mutiara-Mutiara Filsafat Pancasila yang Diwariskan Almarhum Prof. Notonagoro, Fakultas Filsafat UGM, 1982. Menikah dengan Oetari, S.H., ia dianugerahi dua anak.

Nama : KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO
Lahir : Purworejo, Jawa Tengah, 14 Agustus 1930
Agama : Islam

Pendidikan :
– HIS (1943) dan SMP Negeri (1947), Purworejo
– SMAN, Magelang (1951)
– Fakultas Sospol UGM (Sarjana, 1958
– Doktor, 1982)
– Universitas Leuven, Belgia (1972)

Karir :
– TP Brigade 17, Kedu Selatan (1945-1950)
– Dosen (1958-sekarang) dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (1985-sekarang)
– Wakil Ketua (1974-1979), kemudian Anggota Dewan Pertimbangan Golkar DI Yogyakarta (1984-sekarang)
– Anggota Dewan Riset Nasional (1984-sekarang)

Kegiatan Lain : – Pengurus Yayasan Kebudayaan IndonesiawBelanda Karta Pusaka
Karya : – Antara lain: Arti Perkembangan Menurut Filsafat Positivisme Auguste Comte, Gadjah Mada Press, 1983
Alamat Rumah : Bulaksumur Blok D-17, Yogyakarta Telp: 4261
Alamat Kantor : Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta Telp: 88688

Sumber: http://www.pdat.co.id

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: